Melanjutkan tulisan yang bertemakan Climate Security beberapa hari yang lalu tapi sebelumnya Aku mohon maaf jika tulisanku di bawah ini akan membuat tertawa sebagian orang. Alangkah bijaksana jika Anda ikut memberikan saran dan kritik untuk tulisanku ini agar dapat terwujud seperti yang aku pribadi dan kebanyakan masyarakat
Oiya ada pengalaman menarik untuk mencari bahan pendukung tulisan ini. Yaitu sewaktu aku mencari artikel tentang apa itu vegetatif buatan dan apa saja jenisnya. Aku sangat terkesan dengan menemukan sebuah blog berjudul “From Kids To Kids - Science Site” yang penulisnya adalah seorang anak SD berumur 10 tahun bernama Kathy Lilia dan ini adalah link yang ia tulis mengenai Mencangkok dan Okulasi. Dan yang membuatku tak kalah kagum adalah blogroll dia semuanya Blogger Cilik.
Pernah melihat iklan di televisi yang mengkampanyekan satu orang membuang satu sampah pada tempatnya? Iklan tersebut menyerukan untuk melakukan hal kecil untuk membuat manfaat yang besar bagi semua orang. Jadi yang akan saya sampaikan adalah bagaimana jika setiap siswa di seluruh
Manfaat dari kegiatan ini menurutku cukup banyak antara lain, mengenalkan siswa terhadap bahaya Global Warming, melatih siswa untuk melaksanakan kegiatan reboisasi sejak dini dan juga mendidik siswa untuk peduli dan cinta terhadap lingkungan. Masih banyak manfaat positif lainnya. Akan tetapi saya juga melihat beberapa hambatan mengenai program ini. Yang pertama, Siapa yang akan menyerukan program ini untuk diwajibkan dan disosialisasikan. Kedua, Tanaman apa yang cocok/memenuhi syarat untuk reboisasi dan juga mudah untuk dicangkok serta ditemukan oleh siswa-siswi. Ketiga, Jika tanaman tersebut siap ditanam, siapa yang bertugas untuk mengumpulkan, melaksanakan dan mengawasi proses reboisasi itu. Dan untuk mengatasi hal tersebut aku akan melakukan backlink ke halaman 10 Juta Pohon dari Organisasi Perempuan (somoga terdapat fasilitas trackback di applikasi web presidensby[dot]info sehingga tulisan ini dapat dibaca oleh redaksi dan disampaikan kepada Ibu Hj. Kristiani Herawati, amin). Aku yakin Ibu Ani akan percaya dan mendukung jika siswa-siswi di Indonesia juga mampu melawan Climate Crisis. Atau mungkin jika nanti banyak masyarakat yang mendukung program ini ada akan ada salah satu diantara temen-temen yang mengirim surat kepada pihak-pihak terkait untuk ikut serta melancarkan program ini.
Dan Aku pikir tahun ajaran yang baru ini saat yang tepat untuk memulai. Beberapa hari yang lalu aku membaca harian Kedaulatan Rakyat bahwa salah satu Sekolah Menengah Atas kota Yogyakarta yaitu SMAN 6 Yogyakarta mengakadakan kegiatan peduli lingkungan di hari terakhir kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) dengan menanam pohon langka (kepel dan sawo bludru). Mungkin ada sekolah-sekolah lain di Indonesia yang mengadakan kegiatan serupa. Dan ini bisa dijadikan alasan jika kegiatan peduli lingkungan bisa dikenalkan kepada siswa baru pasti juga bisa dikenalkan dan dilakukan oleh kakak-kak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar